MERANCANG APLIKASI BERBASIS DBASE MENGGUNAKAN ERD ATAU CLASS DIAGRAM-UML

CLASS DIAGRAM
Class Diagram  adalah diagram UML yang menggambarkan kelas-kelas dalam sebuah sistem dan hubungannya antara satu dengan yang lain, serta dimasukkan pula atribut dan operasi.

Beberapa tahapan pada Class Diagram;
§  Mengidentifikasi objek dan mendapatkan kelas-kelasnya.
§  Mengidentifikasi atribut kelas-kelas.
§  Mulai mengkonstruksikan kamus data.
§  Mengidentifikasi operasi pada kelas-kelas.
§  Menggunakan teknik kartu CRC untuk memperlihatkan pertanggungjawaban dan kolaborasi.
§  Mengidentifikasikan hubungan antar kelas dengan menggunakan asosiasi, agregasi dan inheritance.
§  Iterate dan memoles model.
Untuk lebih jelasnya tentang tahapan-tahapan pada kelas diagram
Sebagai berikut;
     Menggidentifikasi kelas-kelas
*                           * class diagram
                             * class icon-class diagram


*     Menggambarkan objek / class pada sistem
c       contoh;
                             * object class program
                             *  tabel data pada database


      Objek class diagram
                             * attribut
                             * operation / function / method
                             * relationship
                             * note / keterangan(optimal)


      Relation - class diagram
      Indikator relation - class diagram
      Indikator relation
      Indikator variable - class diagram










CONTOH

Kasus reservasi tiket pesawat
Reservasi tiket pesawat merupakan suatu proses pembelian tiket pesawat yang dillakukan oleh passanger mulai dari melihat jadwal, pembayaran harga tiket, dan sampai pada tiket yang sudah dicetak dan siap digunakan.



 t
TTahap Perancangan


rRancangan sistem





Entity Relationship Diagram(Erd)
Sebelum melakukan perancangan basis data dengan menggunakan ERD, maka terlebih dahulu ditentukan entity-entity yang akan terlibat beserta atributnya masing-masing, yaitu sbb :
1.      Entity Passenger, Attribute :
                    Nama, no.KTP, alamat, Jenis kelamin, dan No. Telepon.
2.      Entity Teller, Attribute:
                    Nold dan Nama                         
3.      Entity Data_Penerbangan, Attribute :    
No.penerbangan,Maskapai,kelas,asal , tujuan, waktu dan harga tiket.
4.Entity Tiket, Attribute :
No.tiket, No.KTP, Nama, No.Penerbangan, Kelas, Asal, Tujuan, Tanggal,  Pukul, dan No.rekening
4.      Entity Login, Attribute :
User.Id, dan Password
5.      Entity Bank, Attribute :
                 Nama Bank, Alamat, dan No. Rekening
Setelah Semua entity yang terlibat dalam perancangan telah ditentukan, maka selanjutnya dibangun tabel sesuai attribute yang dimiliki tiap entity.
            





Ssetelah tabel dan data yang disusun terbentuk, maka dilakukan perancangan basis data dengan menjelaskan
hhubungan antar entity menggunakan ERD.
Ssehingga, diperoleh sbb :











r






                 


















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Normalisasi

Normalisasi merupakan sebuah upaya untuk memperoleh sebuah database dengan struktur yang baik dengan cara menerapkan sejumlah aturan pada setiap tabel agar ruang penyimpanan efisien.

Dalam Normalisasi terdapat beberapa istilah penting antara lain;
¨  Field / atribut kunci. Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu field atau satu field yang dapat mewakili record.
¨  Candidate key. Kumpulan atribut minimal yang secara unik mengidentifikasi sebuah baris fungsinya sebagai calon primary key.
¨  Composite key. Kunci kandidat yang berisi lebih dari satu atribut
¨  Primary key. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasi baris secara unik
¨  Alternate key. Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key
¨  Foreign key. Key di tabel lain yang terhubung dengan primary key pada sebuah tabel

Suatu data dapat dikatakan ketika baik ketika memenuhi kriteria sebagai berikut;
  1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya  harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
  2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
  3. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF) (-akan dijelaskan kemudian-)
  4. Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal  tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).
Aturan-aturan dalam proses Normalisasi;

. Normalisasi Pertama (1st Normal Form)
¨  Mendefinisikan atribut kunci
¨  Tidak adanya group berulang
¨  Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi)

2. Normalisasi Kedua (2nd Normal Form)
¨  Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu
¨  Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada sebagian field kunci.

3. Normalisasi Ketiga (3rd Normal Form)
¨  Sudah berada dalam bentuk normal kedua
¨  Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya).

4. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
¨  Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk:               X à Y
¨  tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi
¨  Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X à A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.

5. Normalisasi Keempat (4rd Normal Form)
¨  Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute
¨  Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies
6. Normalisasi Kelima (5rd Normal Form)
¨  Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.
¨  Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula 




Contoh kasus normalisasi


 data Dictionary
- no.Faktur - Jumlah - Diskon
- Tanggal - Harga - Jumlah Bayar
- Kepada - Total
- Nama - Total bayar

Tahapa-tahapan;

Mendasar pada faktur yang tertera di atas, maka gambaran database yang belum ternormalisasi adalah sebagai berikut :
1. Tabel yang memiliki field dengan banyak data / tidak tunggal


First Normal form (1-NF)




Second Normal form (2-NF)




Third Normal form (3-NF)







jadi akhrnya tabeltelah memenuhi bentuk normal 3

                        




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS