Normalisasi
Normalisasi merupakan sebuah
upaya untuk memperoleh sebuah database dengan struktur yang baik dengan cara
menerapkan sejumlah aturan pada setiap tabel agar ruang penyimpanan efisien.
Dalam Normalisasi terdapat
beberapa istilah penting antara lain;
¨ Field
/ atribut kunci. Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu
field atau satu field yang dapat mewakili record.
¨ Candidate
key. Kumpulan atribut minimal yang secara unik mengidentifikasi sebuah
baris fungsinya sebagai calon primary key.
¨ Composite
key. Kunci kandidat yang berisi lebih dari satu atribut
¨ Primary
key. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasi baris secara unik
¨ Alternate
key. Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key
¨ Foreign
key. Key di tabel lain yang terhubung dengan primary key pada sebuah tabel
Suatu data dapat dikatakan ketika
baik ketika memenuhi kriteria sebagai berikut;
- Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
- Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
- Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF) (-akan dijelaskan kemudian-)
- Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).
Aturan-aturan dalam proses
Normalisasi;
. Normalisasi Pertama (1st
Normal Form)
¨ Mendefinisikan
atribut kunci
¨ Tidak
adanya group berulang
¨ Setiap
atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi
lagi)
2. Normalisasi Kedua (2nd
Normal Form)
¨ Sudah
memenuhi dalam bentuk normal kesatu
¨ Sudah
tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada
sebagian field kunci.
3. Normalisasi Ketiga (3rd
Normal Form)
¨ Sudah
berada dalam bentuk normal kedua
¨ Tidak
ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada field
bukan kunci lainnya).
4. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
¨ Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah
tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut
atau gabungan atribut dalam bentuk: X
à Y
¨ tabel tersebut harus di-dekomposisi
berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super
key dari tabel-tabel hasil dekomposisi
¨ Setiap tabel dalam BCNF merupakan
3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk
functional dependency X à A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian
dari primary key.
5. Normalisasi Keempat (4rd
Normal Form)
¨ Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam
sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh
memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute
¨ Untuk setiap multivalued
dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies
6. Normalisasi Kelima (5rd Normal
Form)
¨ Bentuk normal 5NF terpenuhi jika
tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih
kecil.
¨ Jika 4 bentuk normal sebelumnya
dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep
join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi
tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk
tabel semula
Contoh kasus normalisasi
Contoh kasus normalisasi
data Dictionary
- no.Faktur - Jumlah - Diskon
- Tanggal - Harga - Jumlah Bayar
- Kepada - Total
- Nama - Total bayar
Tahapa-tahapan;
Mendasar pada faktur yang tertera di atas, maka gambaran database yang belum ternormalisasi adalah sebagai berikut :
1. Tabel yang memiliki field dengan banyak data / tidak tunggal
First Normal form (1-NF)
Second Normal form (2-NF)
Third Normal form (3-NF)
jadi akhrnya tabeltelah memenuhi bentuk normal 3








0 Response to " "
Posting Komentar